Situs yang Berisi tentang Informasi Mengenai Berita Islami, Teknologi, Kesehatan, Desain Rumah Terbaru dan Info Terkini

Sunday, March 15, 2015

Hukum Aqiqah dan Tata Cara Melakukan Aqiqah

Secara bahasa (etimologi) Aqiqah berarti memotong, sedangkan menurut terminology Islam aqiqah bermakna penyembelihan hewan yang dilakukan pada hari ke-7 dari kelahiran seorang bayi, aqiqah ini merupakan perbuatan lama yang dilakukan bangsa arab sebelum datangnya Islam dan diteruskan oleh syari’at islam yang mulia ini.

Dalam al-Haawi al-Kabiir (15/126), Imam al-Mawardi mengatakan: Adapun aqiqah, maka ia adalah seekor kambing yang disembelih ketika lahir seorang anak, dan perbuatan ini memang sudah dilakukan oleh bangsa arab sebelum Islam datang.
Hukum Aqiqah dan Tata Cara Melakukan Aqiqah

Disyari’atkannya Aqiqah Dalam Islam

Banyak dalil dari hadits-hadits Nabi yang menunjukkan bahwa aqiqah ini adalah perbuatan yang diperintahkan dan disyariatkan, di antaranya hadits yang diriwayatkan oleh sahabat Buraidah, dia mengatakan:”Dahulu kala kami di masa jahiliyah, jika kami kelahiran seorang bayi, maka kami menyembelih seekor kambing dan kami memercikkan darah kambing tadi ke kepala bayi. Namun ketika Islam datang kamipun menyembelih kambing dan menggunduli kepalanya (bayi), kemudian kami memercikkan za’faran (sejenis minyak wangi) ke kepala bayi.”(HR.Abu Dawud dishahihkan al-Albani no.2843 dalam Shahih Abu Dawud).

Dalam hadits yang lain dari Salman bin Amir, Nabi bersabda: “Bersama (lahirnya) seorang bayi itu ada aqiqahnya, maka sembelihlah aqiqah untuknya dan hilangkanlah kotoran darinya (bayi).”(HR.Bukhari no.5154).

Berapa Ekor Kambing Untuk Bayi Laki Dan Berapa Untuk Perempuan?

Untuk bayi laki-laki maka disyari’atkan menyembelih 2 ekor kambing untuknya, adapun untuk bayi perempuan maka cukup hanya satu kambing saja sebagai aqiqahnya, hal ini berdasarkan hadits yang ditunjukkan dalam berbagai literatur hadits di antaranya dalam riwayat Ummu Kurz (seorang shahabiyah), dia bertanya tentang aqiqah kepada baginda Nabi, lantas Nabi menjawab:”Untuk bayi laki-laki itu dua ekor kambing, adapun untuk wanita satu ekor, tidak mengapa kambingnya jantan maupun betina.”(HR.at-Tirmidzi dishahihkan al-Albani dalam Irwa’ al-Ghalil (4/391)).

Mengapa Untuk Laki 2 Ekor dan Untuk Wanita 1 Ekor?

Alasannya dikemukakan oleh ulama hanabilah terkenal yaitu Ibnul Qayyim, beliau berkata:”Ini adalah qa’idah syari’at yang amat penting, yaitu bahwasanya Allah membedakan antara laki-laki dengan perempuan, Allah menjadikan untuk wanita itu setengah dari bagian laki-laki dalam keberhakan mendapat warisan, diyat, syahadah dan juga dalam masalah qaiqah, hal ini sebagaimana ditunjukkan oleh hadits yang diriwayatkan at-Tirmidzi…”.(Tuhfatul Mauluud hlm.53/54).

Manfaat dan Faidah Aqiqah

Banyak faidah dan manfaat melakukan aqiqah ini, di antaranya sebagaimana yang disebutkan Ibnul Qayyim:

Sebagai bentuk kurban kepada Allah bagi si anak di hari-hari pertamanya muncul di atas muka bumi ini.

Aqiqah menjadi penebus gadaian pada anak, sebagaimana dalam hadits bahwa si anak masih tergadai sampai ia di aqiqahi oleh ortunya, sehingga nanti ia bisa memberi syafa’at untuk kedua orang tuanya.

Sebagai tebusan untuk si anak, sebagaimana dahulu Nabi Allah Isma’il ditebus dengan seekor kibas ketika akan disembelih oleh sang bapak.

Kapan Waktu Aqiqah?

Hari terbaik untuk menyemebelihkan aqiqah untuk sang bayi adalah di hark ke-7 semenjak ia dilahirkan, hal ini sebagaimana sabda baginda Nabi dalam sebuah hadits yang shahih:”Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, aqiqah ini disembelih pada hari ke-7 dari kelahirannya dan pada hari itu pula ia digunduli dan diberi nama.”(HR.Abu Dawud no.2838 dishahihkan al-Albani).

Namun seandainya si orang tua tidak berkecukupan untuk melakukan penyembelihan aqiqah di hari ke-7 itu, maka tidak mengapa menundanya saat nanti ia mampu melakukannya.

Bolehkah Aqiqah Memakai Sapi?

Sebenarnya yang diperintahkan-sebagaimana dalam riwayat-riwayat-sebelumnya adalah melakukan aqiqah dengan menyembelih kambing, namun bagaimana jika ada orang melakukan aqiqah dengan menyembelih sapi atau unta?

Para ulama Islam berbeda pendapat tentang masalah ini, jumhur (mayoritas) ulama mengatakan bahwa hal ini boleh saja dilakukan, namun sebagian ulama lain mengatakan hal ini tidak boleh karena yang dilakukan Nabi adalah melakukan penyembelihan aqiqah dengan kambing bukan yang lainnya. Oleh karena itu maka kita katakana bahwa yang paling afdhal adalah menyembelih kambing sebagai aqiqah walaupun jika ada yang menyembelih sapi atau unta sebagai aqiqah maka kita katakana itu boleh namun tidak afdhal.

NB:Perlu diperhatikan bahwa umur sapi yang akan dijadikan aqiqah disyaratkan harus berumur 2 tahun atau lebih sebagaimana syarat ini berlaku pada sapi yang akan dijadikan udhiyah atau hewan kurban.

Hukum Aqiqah dan Tata Cara Melakukan Aqiqah Rating: 4.5 Diposkan Oleh: aena rizku

0 comments:

Post a Comment