Situs yang Berisi tentang Informasi Mengenai Berita Islami, Teknologi, Kesehatan, Desain Rumah Terbaru dan Info Terkini

Wednesday, April 15, 2015

Cokelat dan Brownies Ganja, Modus Baru Pengedaran Narkoba di Tanah Air

Badan Narkotika Nasional mengungkap modus baru pengedaran Narkoba, modus ini terbilang unik, serbuk ganja dirubah menjadi campuran bahan pembuatan cokelat dan Brownies, kemasan Brownies ganja ini berbentuk kotak mini dengan isi satu kotak sebanyak 20 biji, satu kotak biasa dijual dengan patokakan harga lumayan mahal yaitu 200 ribu rupiah.
Cokelat dan Brownies Ganja, Modus Baru Pengedaran Narkoba di Tanah Air
Ilustrai Narkoba dalam bungkusan

Dipasarkan Melalui Internet

Sindikat pengedar Narkoba bermodus coklat Brownies yang beranggotakan 5 orang yang baru-baru ini diringkus oleh pihak BNN ternyata memasarkan bisnis “Kuliner Narkoba” ini melalui internet via situs yang mereka buat yaitu tokohemp.com,calon pembeli yang tertarik dengan coklat Narkoba ini akan mengkontak penjual melalui telepon atau SMS, Deddy F Elhakim selaku deputi pemberantasan Badan Narkotika Nasioanal mengatakan (04/13/2015) bahwa bisnis narkoba dengan modus Brownies ini sudah dijalankan sindikat yang beranggotakan 5 orang ini selama 6 bulanan, mereka memasok ganja yang dijadikan bahan pembuatan coklat Narkoba ini dari daerah Jambi.

Umumnya pemesan Brownies ganja ini adalah para pelajar, para mahasiswa atau masyarakat umum yang telah terlebih dahulu mengetahui persis akan kandungan ganja yang ada dalam Brownies yang mereka akan pesan.

Berawal Dari Laporan Anak Kecil yang Tak Kunjung Bangun Tidur

Sindikat pengedar Narkoba dengan modus menaruhnya dalam jajanan berbentuk Brownies ini terbongkar berkat laporan dari salah seorang orang tua anak kecil yang membeli Brownies berisi ganja ini kepada polisi yang kemudian dilanjutkan ke pihak BNN, anak kecil yang mengkonsumsi Brownies ini tiba-tiba tidur pulas dan tak kunjung bangun dari tidurnya, hal ini diduga akibat efek depresan dari ganja yang ia konsumsi, menyadari akan hal itu orang tua si anak lantas melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib yang lantas ditindak lanjuti kepada Badan Narkotika Nasional (BNN).

Dengan berbekal keterangan tentang toko tempat si anak dan orang tuanya itu membeli Brownies berisi ganja tadi lantas BNN melakukan penggerebekan dan berhasil meringkus 5 orang sindikat yang terlibat dalam pembuatan Brownies ini, masing-masing ada yang berinisial OJ (21 th) dan AH (21 th), tidak lama berselang BNN juga meringkus otak sindikat Narkoba bermodus Brownies ini yaitu IR (38 th), kemudian dua rekannya lagi yang ditangkap tidak jauh dari Blok M Plaza tempat OJ dan AH diringkus yaitu YG (23 th) dan HA (37 th).

IR Konsumen Ganja Aktif

Otak sindikat ini yaitu IR mengatakan bahwa bisnis Brownies ganja ini berawal dari konsumsi ganja yang ia lakukan untuk meminimalisir penyakit Hepatitis C dan HIV yang menimpanya, khawatir konsumsi ganjanya ini diendus kepolisian, IR akhirnya mempunyai ide untuk mengemas ganja yang ia konsumsi menjadi Brownies agar lebih samar dan tidak diketahui, sambutan rekan-rekannyapun di luar dugaannya, peminat Broenies ganja ini membludak yang membuatnya menjadikan Brownies ganja ini sebagai ladang bisnis menjanjikan.

BPOM Memperketat Pengawasan

Badan Pengawas Obat dan Makanan menanggapai modus baru pengedaran Narkoba ini berjanji memperketat pengawasan produk makanan rumahan, Sri Utami Ekanigtiyas selaku Direktur BPOM mengatakan bahwa modus baru pengedaran narkoba melalui makanan dalam bentuk cokelat dan Brownies seperti ini mengharuskan seluruh masyarakat untuk selalu teliti dan selektif dalam memilih makaanan yang akan dikonsumsi, usahakan selalu melihat label BPOM yang harus ada dalam setiap produk yang dijual.

Cokelat dan Brownies Ganja, Modus Baru Pengedaran Narkoba di Tanah Air Rating: 4.5 Diposkan Oleh: aena rizku

0 comments:

Post a Comment