Situs yang Berisi tentang Informasi Mengenai Berita Islami, Teknologi, Kesehatan, Desain Rumah Terbaru dan Info Terkini

Saturday, December 12, 2015

Karena Sering Disiksa Ayah Dan Ibu Tiri, Bocah 6 Tahun Memberanikan Diri Lapor Ke Kantor Polisi

belati.blogspot.com

Bocah berinisial IA yang berusia 6 tahun itu seorang diri mendatangi Polsek Semampir. Ya, dia memberanikan diri untuk melaporkan perbuatan ayahnya yang kerap menyiksa dia.

Keberanian IA pun membuat para polisi dan wartawan yang kebetulan sedang berada di Polsek Semampir salut.

Kepada polisi, dia lantas memperlihatkan empat garis luka lebam di dua pahanya. Ilham juga menunjukkan beberapa lebam lain di bagian punggung dan tangan. Namun, luka lebam itu terlihat samar. Bisa jadi karena sudah terlalu lama.

Kepada Kanit Reskrim Polsek Semampir AKP Junaidi, Ilham mengaku sering dipukul ayahnya, Agus Arifin, dan ibu tiri yang biasa dipanggilnya Mama Sifa. "Wingi digepuk terus, dino iki yo digepuk (kemarin dipukul sekarang dipukul)," ujarnya.

Untuk ukuran bocah seusianya, Ilham tergolong berani. Dia menceritakan kekerasan yang dialaminya dengan lancar dan tanpa menangis.

Minggu (6/12), dia dipukul dengan tongkat bambu. Kekerasan yang sama dialaminya Senin (7/12). Rabu (9/12) Ilham hampir dilempar ayahnya ke got di dekat rumahnya. (all/oni/mas/jpnn/pul).

“Saya dijewer, mulut saya dipukul pakai tangan dan tubuh saya juga dipukul dengan pentungan sampai memar,” ungkapnya sambil menunjukkan luka lebam di kedua pahanya.

Tidak hanya itu, bocah laki-laki tersebut juga bercerita bahwa dia juga pernah dibuang ke sungai tanpa alasan yang jelas oleh ayahnya.

Bahkan saat ini, dia juga tidak diperbolehkan sekolah oleh ayahnya lantaran takut jika pergi ke sekolah maka lukanya akan diketahui oleh guru kelas. “Ayah tidak mengizinkan saya sekolah karena takut luka saya nanti ketahuan guru,” ceritanya.




edit sumber: pojokpitu.com

Karena Sering Disiksa Ayah Dan Ibu Tiri, Bocah 6 Tahun Memberanikan Diri Lapor Ke Kantor Polisi Rating: 4.5 Diposkan Oleh: anandha putri

0 comments:

Post a Comment