Situs yang Berisi tentang Informasi Mengenai Berita Islami, Teknologi, Kesehatan, Desain Rumah Terbaru dan Info Terkini

Thursday, April 23, 2015

Mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh Menyambut Baik Dihentikannya Operasi Militer Saudi di Yaman

Mantan presiden Yaman Ali Abdullah Saleh menyambut baik dihentikannya operasi militer “Ashifah al Hazm (Decisive Storm) oleh Saudi Arabia dan sekutunya terhadap para milisi Syiah Houti yang telah berlangsung hampir sebulanan yang lalu, melalui akun resminya di jejaring sosial Facebook Saleh mengatakan bahwa sudah saatnya mengedepankan cara-cara diplomasi dan dialog antara pihak-pihak yang terlibat dalam konflik di Yaman.
Mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh Menyambut Baik Dihentikannya Operasi Militer Saudi di Yaman

Saudi Mengumumkan Penghentian Operasi Militer di Yaman

Sementara itu juru bicara resmi koalisi teluk Brigjen Ahmad Ashiri melalui jumpa pers dengan berbagai media pemberitaan dari berbagai Negara kemarin (04/22/2015) mengatakan bahwa operasi militer menumpas para milisi Houti dan sekutunya telah resmi dihentikan, Ashiri menambahkan bahwa sampai sekarang ini 80% kekuatan milisi Houti sudah berhasil dihancurkan, kekuatan pertahanan mereka, gudang-gudang persenjataan semuanya sudah hampir bersih oleh rudal-rudal canggih yang dimuntahkan oleh jet-jet tempur Negara-negara koalisi teluk. Beberapa peralatan-peralatan tempur yang tercatat dimiliki oleh milisi Houti di antaranya 45 tank tempur, 3 pesawat udara dan beberapa rudal balistik telah berhasil dilumpuhkan dalam operasi Decisive Storm (Badai Ketegasan) yang pada awalnya dilakukan untuk menyambut permintaan resmi presiden Yaman Abdurrabbuh Mansour Hadi ketika menjadi tahanan rumah Syiah Houti.

Lumpuhnya kekuatan milisi Houti ini memudahkan tentara-tentara perlawanan rakyat Yaman yang loyal kepada presiden Abdurrabbuh untuk melakukan perlawanan dan penyisiran wilayah-wilayah yang dahulu dikuasi oleh milisi Houti.

Operasi Baru Untuk Mengembalikan Keamanan dan Ketertiban Yaman

Ahmad Ashiri melanjutkan bahwa operasi baru yang akan dilakukan oleh Saudi dan koalisinya yaitu “Iadah al Amal” (mengembalikan harapan) yang tujuan pokoknya adalah mengembalikan ketertiban, keamanan dan stabilitas politik ke pangkuan pemerintah sah Yaman di bawah pimpinan Abdurrabbuh Hadi, Ashiri melanjutkan bahwa secara detail, operasi baru ini bertujuan untuk merealisasikan maksud dan tujuan sebagai berikut:

  • Melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk mengembalikan stabilitas politik di wilayah Yaman sesuai dengan amanah Dewan Keamanan PBB no.2216 serta memulai proses pemulihan Yaman dengan mengedepankan dialog yang konprehensif.
  • Terus melakukan upaya-upaya yang diperlukan untuk melindungi rakyat sipil Yaman
  • Secara kontinyu seluruh Negara-negara koalisi akan melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk menumpas ancaman-ancam terorisme
  • Melakukan dan melanjutkan proses evakuasi terhadap warga Negara asing yang masih berada di Yaman serta terus menerus memperlancar proses pengirman bantuan kemanusian berupa bantuan logistic maupun kesehatan bagi penduduk Yaman.
  • Secara terus-menerus mengawasi pergerakan anggota-anggota milisi Houti yang masih tersisa dan melakukan langkah-langkah yang diperukan untuk menghalangi mereka melakukan aksi anarkis terhadap rakyat sipil Yaman.
  • Melakukan koordinasi antar Negara-negara teluk untuk memantau arus transportasi Yaman guna mengontrol kecurigaan masuknya bala bantuan senjata untuk para milisi Houti dari luar Yaman.

Mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh Menyambut Baik Dihentikannya Operasi Militer Saudi di Yaman Rating: 4.5 Diposkan Oleh: TWENTYONE INFO

0 comments:

Post a Comment