Beredarnya sandal bermotif lafadz Allah menjadi perhatian serius ulama di Jawa Timur, setelah mengetahui lokasi pabrik pembuat sandal tersebut, KH. Luthfi Bashori segera melaporkannya ke Polda Jatim.
Pengasuh Pesantren Ribath Almurtadla Al-Islami yangjuga pengurus MUI Malang ini meminta Polda Jatim untuk menghentikan produksi dan penjualan sandal yang telah meresahkan masyarakat itu.
Berikut ini surat KH. Luthfi Bashori seperti dirilis NU Garis Lurus :
Assalamy 'alaikum wr. wb...
Semoga bapak selalu mendapat Rahmat dari Allah
Saya mendapat laporan dari masyarakat tentang adanya sandal yang diproduksi PT. PRADIPTA PERKASA MAKMUR Jl. raya Wringin Anom km. 33 krian Tlp. 031.8973661 fax 3823747
Sandal ini diduga melecehkan lafadz Allah SWT.
Infonya, gudang pabrik sandal ini berada di Margomulyo, pemiliknya bernama Wawah (Tionghoa). Merk produknya Glasio, satu produk dengan merk Clarudo. Pemasaran di Malang raya dan beberapa daerah Jatim lainnya.
Mohon agar Bapak dapat membantu berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menghentikan produksi dan mencabutnya dari pasar.
Semoga Bapak tidak berkeberatan, hingga dicatat sebagai ibadah yang pahalanya dilipat gandakan.
Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya.
Wassalam.
LUTHFI BASHORI
(MUI Malang)
Sebelumnya, masyarakat Jawa Timur dikejutkan dengan beredarnya sandal yang melecehkan Islam. Sandal tersebut bermotif kaligrafi lafadz Allah. yang lebih parah, motif tersebut terdapat pada bagian bawah alas sandal yang langsung bersentuhan dengan tanah / lantai.
0 comments:
Post a Comment