Cara menghitung dan mengukur transformator. Sebenarnya trafo berasal dari kata Transformator, tranformator ini sebenarnya berfungsi sebagai penghubung arus bolak-balik yang sering diistilahkan dengan arus Alternating Current (AC).
Jika dirunut lebih jauh sebenarnya Trafo secara garis besar mempunyai kegunaan sebagai berikut:
Ada yang digunakan sebagai penghubung (fungsi utamanya tadi), biasanya digunakan pada rangkaian elektronika dan biasanya tidak memakai inti besi dengan frekuensi yang tinggi. Ada pula trafo dengan ferkuensi yang rendah, trafo jenis ini biasanya dibagi menjadi 2 bagian:
Ada yang digunakan sebagai instrument untuk meninggikan/menaikkan tegangan AC, ini yang dikenal dengan istilah trafo stepp up.
Adapula trafo dengan frekuensi rendah yang diistilahkan dengan step down, di mana fungsinya adalah menurunkan tegangan AC itu sendiri.
Umumnya lambing trafo biasanya diberikan dengan kode Tr atau kadang juga dengan kode OT.
Komponen-komponen Pada Trafo/Transformator
Setiap trafo atau transformator memiliki bagian-bagian atau komponen-komponen utama yang menyusunnya sehingga membentu trafo yang berfungsi dan bekerja secara efektif, berikut penjelasannya:
1.Kumparan Trafo
Kumparan pada trafo sebenarnya berfungsi untuk mereduksi tegangan, kumparan ini biasanya dililitkan pada inti besi yang berada di tengah.
2.Inti Besi
Inti besi pada trafo sebenarnya berfungsi untuk menghantarkan tegangan yang disibebakan oleh arus listrik yang lewat pada kumparan.
3.Komponen Bushing
Untuk menghubungkan trafo dengan instrument luar dibutuhkan alat, nah alat inilah yang dinamakan dengan bushing sebagai penghubung antara trafo dengan jaringan luar.
4.Indikator
Indikator pada transformer sebenarnya sangat penting untuk mengukur berbagai komponen dalam trafo ini, indicator dibagi menjadi beberapa bagian:
Ada indikator untuk pengukur suhu, tegangangan/pressure dan juga indicator gas.
5.Tap Changer
6.Tabung Silicagel
7.Konservator dan Tangki
Cara Menghitung Dan Mengukur Trafo Atau Transformator
Sebagaimana dipaparkan di muka bahwa trafo dengan eksistensi step down merupakan salah satu jenis trafo untuk menurunkan tegangan pada AC, biasanya jenis trafo ini banyak dipakai oleh prusahaan listrik Negara kita untuk menurunkan tegangan listrik yang dialirkan ke masyarakat, misalnya yang tadinya tegangan listriknya berjumlah 220V bisa diturunkan menjadi 6 atau 7V kemudian diberikan/dialirkan ke rumah-rumah masyarakat dengan tegangan DC.
Untuk mengukur dan menghitung serta mengetahui kondisi sebuah trafo atau transformator, begini cara sederhananya:
1.Masing-masing terminal pada bagian ujung di kumparan secunder harus dalam keadaan terhubung atau kalau tidak harus memiliki resisten kecil, terminal2 yang dimaksud tadi biasanya ditandai dengan CT, 12V, 6V dan seterusnya.
2.Begitu pula pada terminal premiernya harus dalam keadaan terhubung satu sama lain, adapun terminal-terminal premier ini biasanya ditandai dengan kode tegangan yang lebih tinggi seperti, 240V, 120V atau kadang juga 220V.
3.Masing-masin terminal tadi (sekunder dan primer) kumparannya tidak boleh terhubung antara kumparan pada terminal sekunder dengan primer.
Rumus dalam menentukan tarfo/transformator adalah:
Np/Ns = Vp/Vs = Is/Ip
Keterangan rumus:
Ip = Ars input primr
Is = Ars output seknder
Vs = Teggan output seknder
Vp = Teggan input primr
Np = Jlh kumparan primr
Ns = Jlh kumparan sekndr
Sebagai contoh:
Ada sebuah transformer memiliki jumlah kumparan primr (Np) sejumlah 2200V, tegangan output skndr yang diminta adalah sebesar 10V, dengan jumlah tegangan input sebanyak 220V, maka berapa jumlah kumpran skndernya?
Cara menghitungnya adalah sebagai berikut:
Np/Ns =Vp/Vs
2200/Ns = 220/10
Ns = 2200/(220 /10 )
Ns = 2200/22
Ns = 100
Jadi kumparan sknder yang dibutuhkan setidaknya adalah sebanyak 100 lilitan.
0 comments:
Post a Comment